JAKARTA WEATHER

Breaking News

Loading...

Perkembangan Anak Hingga Bisa Berjalan


Tahapan Perkembangan Anak
Hingga Bisa Berjalan
foto: mommyasia.id
Sejak di dalam kandungan hingga anak kita lahir dan tumbuh menjadi dewasa, rasanya sepasang mata kita tidak pernah ingin lepas dari si buah hati. Ibaratnya, seorang ibu bisa tahu bila ada setitik saja noda tambahan pada tubuh anaknya. Naluri orangtua selalu memantau perkembangan dan pertumbuhan anak hingga kapanpun juga.

Salah satu perkembangan anak yang dapat diamati dengan jelas adalah perkembangan motorik. Untuk anak usia di bawah 1 tahun, ia akan melalui beberapa tahap perkembangan, mulai dari tengkurap hingga berjalan. Sebelum sampai pada kemampuan berjalan, tentu anak perlu melalui tahapan perkembangan lain. Nah, berikut ini adalah tahapan perkembangan anak dari mulai tengkurap hingga berjalan yang perlu bunda tahu. Yuk, simak!

Tengkurep (usia 4 bulan)
Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 4  bulan, saat otot lehernya semakin kuat  ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan ia bisa tengkurap sendiri.

Mengangkat kepala (4-5 Bulan)
Sebenarnya, kemampuan ini dimulai sejak bayi berusia 2 bulan. Ia akan mampu untuk mengendalikan gerakan kepalanya dengan cara memiringkan kepala atau menengok. Kemudian, setelah ia mulai bisa tengkurap, ia perlahan akan belajar untuk mengangkat kepala sedikit demi sedikit dengan bertopang pada kedua tangannya. 

Mengangkat kepala (4-5 Bulan)
Sebenarnya, kemampuan ini dimulai sejak bayi berusia 2 bulan. Ia akan mampu untuk mengendalikan gerakan kepalanya dengan cara memiringkan kepala atau menengok. Kemudian, setelah ia mulai bisa tengkurap, ia perlahan akan belajar untuk mengangkat kepala sedikit demi sedikit dengan bertopang pada kedua tangannya.

Duduk (6-7 Bulan)
Setelah dapat tangannya mulai seimbang untuk mengangkat tubuhnya dan tulang punggung juga semakin kuat, bayi akan mulai untuk duduk. Biasanya dimulai sejak usianya memasuki 5 bulan, akan tetapi duduk bayi masih perlu diawasi dan didampingi. Seiring berjalannya waktu, ia akan dapat dengan sigap duduk. Selain itu, bayi juga telah mengoptimalkan kemampuan untuk menggenggam. Periode usia 6 bulan inilah yang biasanya menjadi saat bayi untuk mulai MP ASI. Salah satu metode yang ramai dibicarakan adalah metode baby led weaning dengan membiarkan bayi duduk dan memilih makanan sendiri karena di usia 6 bulan ia sudah mampu duduk seimbang dan menggenggam dengan baik.

Merangkak (7-10 Bulan)
Setelah mampu tengkurap dan duduk, anak akan mulai termotivasi untuk bergerak dan mengeksplorasi benda-benda sekitar. Untuk menjangkaunya, anak akan dengan sendirinya belajar untuk mendekatinya dengan cara merangkak. Kemampuan merangkak dapat dikuasai jika ia sudah memiliki keseimbangan tangan dan kekuatan lutut. Dengan merangkak, bayi akan melatih otot-ototnya dengan lebih maksimal. Gerakan kaki dan tangan juga akan menstimulasi kerja otak untuk dapat lebih berkembang. kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. 

Berjalan (usia 11-12 bulan).
Langkah pertama merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang mandiri.  Di usia 8-9 bulan ia mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya si kecil akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang bisa menahan berat badannya. Ia kemudian akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya. Di usia ini kepandaian anak dalam belajar berjalan semakin baik. Jika Anda memegang kedua tangannya ia akan menapak dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga kian  semangat menjajal kemampuannya berjalan. sampai ia siap berjalan meski kadang-kadang masih sedikit limbung.

Data dan Foto: Diolah dari berbagai sumber

No comments